Minggu, 14 November 2010

Pesawaran Kembangkan Wisata Air Terjun Wiyono

PESAWARAN, KOMPAS.com - Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, berencana mengembangkan potensi Wisata Alam Air Terjun Wiyono, berbasis komunitas. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Pesawaran, Mahmud Yunus, didampingi Kabid Pariwisata, A. Muhaldin, mengatakan, dengan dikelolanya objek wisata alam air terjun berbasis komunitas dapat meningkatkan daya tarik pariwisata dan melibatkan berbagai pihak di daerah tersebut.

Ia mengatakan, pengembangan objek wisata alam berbasis komunitas itu, akan dilaksanakan dan dibangun oleh beberapa organisasi atau para pihak yang terkait, baik langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan wisata alam.

"Berbasis komunitas, dimana semua pihak yang terkait harus memiliki kepedulian dan komitmen untuk melaksanakan pengembangan objek wisata alam ini," ucapnya Jumat (22/1/2010)

Sebelum pengembangan, lanjut dia, terlebih dahulu diidentifikasi siapa saja pihak-pihak yang berkepentingan terhadap objek wisata alam tersebut. "Setelah seluruh pihak yang terkait telah memiliki kesepakatan dalam pengembangan objek wisata tersebut maka barulah pelaksanaan pengembangan wisata alam dapat dilaksanakan," ujarnya menjelaskan.

Pihak-pihak yang terkait dalam mendukung pelaksanaan pengembangan ini antara lain Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tahura WAR Dishut Provinsi Lampung, masyarakat sekitar lokasi, sejumlah LSM, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran yang bertanggung jawab terhadapa pengelolaan wisata alam tersebut.

Selain itu, lanjut dia, pelaku wisata swasta yang dalam hal ini para operator wisata, termasuk pengelola resort yang ada di kawasan wisata. "Pelaku wisata swasta dilibatkan dalam pengembangan tersebut, karena pada dasarnya merekalah yang memiliki pasar wisata tersebut," katanya.

Wisata Air Terjun Wiyono, di Desa Wiyono, Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, lokasinya sekitar 30 kilometer dari Bandarlampung, dan kerap dikunjungi warga, khususnya pelajar yang melakukan perkemahan di sekitar air terjun itu.

Wisata Bahari Pesawaran Potensial Untuk Dikembangkan

Pesawaran, Lampung (ANTARA News) - Kawasan wisata bahari yang terdapat di Kabupaten Pesawran, Provinsi Lampung hingga saat ini masih potensial untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten setempat.

"Lebih dari sepuluh wilayah kepulauan di daerah itu potensial untuk dikembangkan dan masih sangat membutuhkan investor yang turut mengembangkannya," ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pesawaran, Mahmud Yunus, di Pesawaran, minggu.

Ia mengatakan, pulau-pulau yang saat ini belum terekspos dengan maksimal tersebut akan terus diupayakan agar pemanfaatannya dapat maksimal serta berwawasan lingkungan.

"Kabupaten Pesawaran, kini tercatat sekitar 37 pulau yang terus di dalam pengawasan, sedangkan pulau yang sudah ada penghuninya juga terus dilakukan pembinaan kepada warganya agar dapat menjaga lingkungan dan kelestariannya," ujar dia.

Dari puluhan pulau tersebut, sambung dia, terdapat gugusan pulau-pulau yang diantaranya Pulau Legundi di mana terdapat Legundi Besar, Kecil, Pulau Siuncal, Umang-umang yang juga merupakan penakaran kera serta Pulau Pahawang dan pulau lainnya yang memiliki keindahan alam yang dapat dijadikan wisata bahari di darah itu.

"Kepulauan tersebut terletak di dua kecamatan yang ada pada Kabupaten Pesawaran yang diantaranya adalah Kecamatan Padangcermin dan Punduhpidada," terang dia.

Daerah tersebut, tambah dia, di samping memiliki perbukitan dan pegunungan juga memiliki pulau-pulau yang berada di sekitar pantainya yang menambah kekayaan alam di daerah tersebut.

Sebagai daerah pesisir di Kabupaten Pesawaran, lanjut dia, wilayah itu mempunyai potensi kepulauan yang masih lestari dan panorama indah yang tidak kalah menariknya dengan wisata bahari di daerah lain.

Untuk itulah, papar dia, pihaknya akan terus melakukan pengembangan di bidang pariwisata dengan memanfaatkan wisata bahari yang ada di daerah setempat.

"Kami juga mengajak para investor untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan sektor pariwisata yang kaya akan potensi alam dan layak untuk dikembangkan," terang dia.

Sedangkan, lanjut dia, pulau-pulau yang dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari antara lain, Pulau Legundi, Pulau Pahawang, Pulau Tegal, Pulau Balak dan Lunik, Tanjung Putus, Siuncal, Umang-umang serta puluhan pulau lainnya.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pesawaran daerah itu memiliki pulau sekitar 50 pulau dari 150 pulau yang ada di Provinsi Lampung.(*)
(ANT-050/R009)

gambar



Wisata Indonesia

Pesona Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran di Jogja
Kategori : Wisata Alam

Gunung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada dikawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23˚ C – 27˚ C, jarak tempuh 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta.
Tag : wisata alam, gunung nglanggeran, wisata jogjakarta
05
Mei 2010
Upacara Adat Unik Khas Indonesia
Kategori : Wisata Alam

1.Ritual Tiwah

Ritual Tiwah yaitu prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung.
Ritual Tiwah dijadikan objek wisata karen unik dan khas
Tag : upacara adat, adat indonesia, wisata alam
05
Mei 2010
Bandung, Tidak Cuma Punya FO dan Kuliner
Kategori : Wisata Alam

Kabupaten Bandung merupakan daerah yang terkenal dengan berbagai macam wisata, seperti wisata belanja di factory outlet (FO) dan kuliner di Provinsi Jawa Barat, juga memiliki banyak potensi wisata yang masih belum tergali, terutama wisata bumi.

"Kabupaten Bandung memiliki potensi wisata yang menawarkan keindahan alam dengan berbagai macam sejarah
Tag : wisata alam, bandung, factory outlet, wisata kuliner
09
Des 2009
Bukit Bangkirai, Kawasan Wisata Alam yang Mempesona
Kategori : Wisata Alam

Jika anda ingin berwisata di akhir pekan, kawasan wisata alam Bukit Bangkirai yang terletak di Kecamatan Samboja mungkin dapat dijadikan pilihan liburan bersama keluarga, relasi atau kekasih. Di kawasan Bukit Bangkirai ini, wisatawan dapat menikmati suasana hutan hujan tropis yang masih alami dan bahkan kicauan
Tag : Bukit Bangkirai, Wisata Alam, kalimantan timur

gambar wisata indonesia

wisata indonesia



Candi Panataran

Wisatanesia.com-Objek Wisata Candi Panataran adalah sebuah candi berlatar belakang Hindu (Siwaitis) yang terletak di Jawa Timur, tepatnya di lereng barat daya Gunung Kelud, di sebelah utara Blitar. Kompleks candi ini merupakan yang terbesar di Jawa Timur. Candi ini mulai dibangun dari Kerajaan Kadiri dan dipergunakan sampai dengan Kerajaan Majapahit. Candi Penataran ini melambangkan penataan pemerintahan kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa Timur. Nama asli candi Penataran dipercaya adalah Candi Palah yang disebut dalam prasasti Palah, dibangun pada tahun 1194 oleh Raja Çrnga (Syrenggra) yang bergelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa yang memerintah kerajaan Kediri antara tahun 1190 – 1200, sebagai candi gunung untuk tempat upacara pemujaan agar dapat menetralisasi atau menghindar dari mara bahaya yang disebabkan oleh gunung Kelud yang sering meletus. Kitab Negarakretagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca menceritakan perjalanan Raja Hayam Wuruk, yang memerintah kerajaan Majapahit antara tahun 1350 – 1389, ke Candi Palah untuk melakukan pemujaan kepada Hyang Acalapati yang berwujud Girindra (raja penguasa gunung).
Read more...
, 0 comments
Pantai Jolosutro

wisatanesia.com-Objek wisata Pantai Jolosutro berada di desa Ringenrejo, kecamatan Wates Kabupaten Blitar atau berjarak sekitar 45 km dari kota Blitar. Pantai Jolosutro ini adalah salah satu pantai di Blitar yang merupakan bagian dari kawasan Laut pantai Selatan. Pantai Jolosutro mempunyai ombak laut selatan yang sangat indah nan alami. Banyak sekali wisatawan yang ingin menyegarkan pikiran mereka berkunjung ke pantai alamiah ini. Mereka dapat berenang, berjemur, memancing, berperahu, di pantai Jolosutro ini.Pantai Jolosutro sangat cocok buat wisata akhir pekan bersama keluarga. Terdapat pemandangan alam yang sangat indah yang menarik para wisatawan dan pasir yang sangat halus di sepanjang pantai. Air yang kebiruan dan angin laut yang menyapa para wisatawan juga menjadi bagian yang unik dari pantai ini.Tapi Karena di pantai Jolosutro tidak dilengkapi fasilitas yang umumnya ada di lokasi wisata,akhirnya minat wisatawan untuk berkunjung pun berkurang.Wisata Indonesia Surga Dunia.
Read more...
, 0 comments
Langgan:


Read more: http://www.wisatanesia.com/#ixzz15KNQqfF5

Tanggamus

TANGGAMUS
Minggu, 05 April 2009 12:22 disbudparprov
E-mail Cetak PDF

Kota Agung merupakan Ibukota Kabupaten Tanggamus. Kota ini merupakan kota lama terletak di kaki Gunung Tanggamus dan di tepi utara Teluk Semaka. Sebuah Pelabuhan laut lokal menghubungkan Kota Agung dengan desa-desa sekitar Teluk Semaka seperti Tampang, Kaur Gading, Tirem dll. Beberapa fasilitas/ sarana dan prasarana cukup tersedia seperti hotel, telekomunikasi, rumah makan dan angkutan baik darat maupun laut. Pulau Tabuan melatar belakangi pandangan lepas ke arah teluk semaka.

AIR TERJUN WAY LALAAN

Air Terjun Way Lalaan merupakan air terjun bertingkat dengan jarak satu sama lainnya lebih kurang 200 meter. Sumber air berasal dari aliran Way (sungai) Lalaan yang bermuara ke Teluk Semaka. Obyek wisata air terjun Way Lalaan terletak di lembah kaki Gunung Tanggamus dengan jarak hanya 500 meter dari jalan raya Bandar Lampung – Kota Agung, 2 kilometer dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tanggamus atau 85 kilometer dari Kota Bandar Lampung. Air terjun ini telah di kenal sejak Tahun 1937 yaitu zaman pemerintahan kolonia Belanda yang telah membuat tangga semen menuju lembah air terjun. Fasilitas yang tersedia yaitu shelter, kamar ganti pakaian, arena bermain anak-anak dan pelataran parkir.

TELUK KILUAN

Teluk Kiluan terletak di Kabupaten Tanggamus merupakan sebuah teluk yang banyak menyimpan potensi wisata bahari. Tidak jauh dari sana terdapat pantai berpasir putih tempat penyu-penyu bertelur dan bukit-bukit batu karang. Teluk ini merupakan jalur lintasan lumba-lumba berada, mulai dari gugusan Cengkalik ke arah selatan sampai ke Cuku Kementara. Selain itu terdapat Pulau Kiluan, disekitar pulau merupakan tempat ideal bagi aktivitas wisata air seperti menyelam, snorkling, memancing, berselancar dan berperahu untuk melihat lumba-lumba. Suasana kehidupan masyarakat yang masih tradisional dengan perpaduan budaya Bali, Lampung dan Jawa. Akses menuju ke Kiluan dapat ditempuh dengan 2 jam perjalanan darat dari Bandar Lampung dengan menyusuri pesisir pantai, sawah, perkebunan, perkampungan dengan rumah-rumah tradisional dan perbukitan.

MAKAM KUNO PANGERAN JIWA KESUMA

Situs Sejarah Makam Pengeran Jiwa Kesuma (Tujuh Kurungan), terletak di Kecamatan Wonosobo kurang lebih 7 Km dari Kota Agung. Makam ini merupakan makam keluarga Pengeran Jiwa Kesuma yang hidup pada masa peralihan Hindu- Islam. Ciri makam masih menonjolkan ornamen/ ragam hias Hindu. Terdapat pula makam “Ikhawan”, merupakan makam bujang dan gadis sebagai Korban Persembahan dalam kepercayaan Hindu Pada masa itu.

GISTING DAN KAWASAN BATU KERAMAT

Kawasan dataran tinggi Gisting dan Batu Keramat menyimpan potensi keindahan dimana dari ketinggian tempat kawasan ini dapat dinikmati udara sejuk pegunungan dengan pemandangan kesibukan Teluk Semaka yang dihiasi Kapal-kapal tanker dan kapal nelayan serta pelabuhan laut Kota Agung. Terletak hanya 3 kilometer dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tanggamus.

BENDUNGAN BATU TEGI

Bendungan atau dam ini terletak di kawasan pegunungan di kaki Gunung Tanggamus dan dataran tinggi serta hamparan luas perkebunan kopi rakyat. Akses menuju tempat ini melalui kota Talang Padang kurang lebih 30 kilometer kearah utara. Atraksi wisata yang dapat dinikmati seperti berperahu, memancing dan menikmati keindahan alam pegunungan yang beriklim cukup sejuk.

PANTAI TERBAYA

Pantai ini terletak tidak jauh dari lokasi air terjun Way Lalaan, lebih kurang 1 kilometer sebelum memasuki Kota Agung, terdapat tempat rekreasi pantai disisi utara Teluk Semaka. Pemandangan alam, pasir dan batu-batu hitam di sepanjang pantai yang bersih merupakan daya tarik pantai ini.

Taman Wisata Pemancingan 'Sembilan' Pringsewu Dibuka


Taman wisata kolam pemancingan 'Sembilan' Kabupaten Pringsewu secara resmi dibuka untuk umum mulai Minggu (1/11). Peresmian dan pembukaannya dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.Zulkifli Maliki mewakili Bupati Pringsewu, serta dihadiri sejumlah pejabat daerah Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus, diantaranya Kapolres Tanggamus AKBP Deny Pudjianto, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0424/TGM Mayor Hasibuan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Menurut pemilik dan pengelola Pemancingan Sembilan H.Sehat Ganda, konsep yang ditawarkan oleh pemancingan yang berada di Jalan SMP Negeri 4 Podorejo, Pringsewu ini, adalah berbagi untuk semua.
"Fasilitas yang kami sediakan diantaranya kantin, mushola, toilet, tempat pancing, dan fasilitas lainnya, yang sementara ini merupakan yang terbesar di Pringsewu," ujarnya.

Kedepan, kata Ganda, tempat pemancingan yang memiliki luas areal 1,1 hektar ini akan coba dikembangkan sebagai kawasan wisata keluarga di Pringsewu.
"Kami sengaja berinvestasi di sini karena kami yakin daerah ini merupakan daerah yang cocok untuk berinvestasi. Jadi, kami juga mengajak para investor lainnya untuk bersama-sama bergabung di Pringsewu," ajak pengusaha asal Kota Serang, Banten tersebut.

Sementara itu, dalam rangka peresmian pemancingan Sembilan, juga diadakan lomba memancing yang diikuti 140 peserta dari beberapa daerah di sekitar Pringsewu, serta memancing gratis selama sehari dengan peserta mencapai 500 orang lebih.
Total ikan yang disiapkan untuk acara ini, mencapai 1,300 ton ikan mas.

Untuk juara lomba memancing, kategori jumlah ikan terbanyak berwarna merah diraih Temi dari Pringsewu (5 ekor) dengan hadiah 1 unit TV 29 inc, kemudian kategori terberat masing-masing Ali dari Kota Metro (1,55 kg), Rambang dari Pringsewu (1,50 kg), serta Ujang Toto dari Pringsewu (0,90 kg), dengan hadiah masing-masing TV 21, 17, dan 14 inc.

Sedangkan kategori ikan terbanyak masing-masing Wawan, Pringsewu (48 ekor), Hasan, Bandar Lampung (29 ekor), dan Bandi, Pringsewu (28 ekor), dengan hadiah berupa DVD player, kipas angin, dan dispenser, serta hadiah kejutan berupa uang tunai Rp.1 Juta diraih Bambang dari Pringsewu, dengan jumlah ikan sebanyak 18 ekor. (*)

Rabu, 10 November 2010

pariwisata indonesia

Kabupaten Sleman
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Sleman Lambang Kabupaten Sleman
Lambang Kabupaten Sleman


Lokasi DIY Kabupaten Sleman.svg
Peta lokasi Kabupaten Sleman
Koordinat : 107° 15' 03" dan 107° 29' 30" Bujur Timur, 7° 34' 51" dan 7° 47' 30" Lintang Selatan.
Motto Sembada (Sehat, Elok, Makmur dan merata, Bersih dan berbudaya, Aman dan adil, Damai dan dinamis, Agamis)
Semboyan '
Slogan pariwisata '
Julukan
Demonim '
Provinsi D.I. Yogyakarta
Ibu kota Sleman
Luas 574,82 km²
Penduduk
· Jumlah 910.007 (Kantor Kependudukan & Catatan Sipil, Kab. Sleman; 2006)
· Kepadatan 1.583 jiwa/km²
Pembagian administratif
· Kecamatan 17
· Desa/kelurahan 86
Dasar hukum UU No.15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tanggal 8 Agustus 1950
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Bupati Drs. Ibnu Subiyanto Akt
Kode area telepon 0274
APBD {{{apbd}}}
DAU Rp. 485,396.80 (Juta Rupiah)
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}

Situs web resmi: www.slemankab.go.id

Kabupaten Sleman, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukotanya adalah Sleman. Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di utara dan timur, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta di selatan, serta Kabupaten Kulon Progo di barat. Sleman dikenal sebagai asal buah salak pondoh. Berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta sebenarnya secara administratif terletak di wilayah kabupaten ini, di antaranya Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Pusat pemerintahan di Kecamatan Sleman, yang berada di jalur utama antara Yogyakarta - Semarang. Dengan Pendapatan Asli Daerah Rp. 52.978.731.000,- (2005) Kabupaten Sleman merupakan Kabupaten Terkaya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagian utara kabupaten ini merupakan pegunungan, dengan puncaknya Gunung Merapi di perbatasan dengan Jawa Tengah, salah satu gunung berapi aktif yang paling berbahaya di Pulau Jawa. Sedangkan di bagian selatan merupakan dataran rendah yang subur. Di antara sungai-sungai besar yang melintasi kabupaten ini adalah Kali Progo (membatasi kabupaten Sleman dengan Kabupaten Kulon Progo), Kali Code, dan Kali Tapus.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sejarah
* 2 Pusaka dan Identitas Daerah
* 3 Tempat wisata
* 4 Kecamatan
* 5 Batas wilayah
* 6 Bupati

[sunting] Sejarah

Keberadaan Kabupaten Sleman dapat dilacak pada Rijksblad no. 11 Tahun 1916 tanggal 15 Mei 1916 yang membagi wilayah Kasultanan Yogyakarta dalam 3 Kabupaten, yakni Kalasan, Bantul, dan Sulaiman (yang kemudian disebut Sleman), dengan seorang bupati sebagai kepala wilayahnya. Dalam Rijksblad tersebut juga disebutkan bahwa kabupaten Sulaiman terdiri dari 4 distrik yakni : Distrik Mlati (terdiri 5 onderdistrik dan 46 kalurahan), Distrik Klegoeng (terdiri 6 onderdistrik dan 52 kalurahan), Distrik Joemeneng (terdiri 6 onderdistrik dan 58 kalurahan), Distrik Godean (terdiri 8 onderdistrik dan 55 kalurahan). Berdasarkan Perda no.12 Tahun 1998, tanggal 15 Mei tahun 1916 akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Sleman. Menurut Almanak, hari tersebut tepat pada Hari Senin Kliwon, Tanggal 12 Rejeb Tahun Je 1846 Wuku Wayang.

Berdasar pada perhitungan tahun Masehi, Hari Jadi Kabupaten Sleman ditandai dengan Surya Sengkala "Rasa Manunggal Hanggatra Negara" yang memiliki sifat bilangan Rasa= 6, Manunggal=1, Hanggatra=9, Negara=1, sehingga terbaca tahun 1916. Sengkalan tersebut, walaupun melambangkan tahun, memiliki makna yang jelas bagi masyarakat Jawa, yakni dengan rasa persatuan membentuk negara. Sedangkan dari perhitungan tahun Jawa diperoleh Candra Sengkala "Anggana Catur Salira Tunggal" yang memiliki arti Anggana=6, Catur=4, Salira=8, Tunggal=1. Dengan demikian dari Candra Sengkala tersebut terbaca tahun 1846.

Beberapa tahun kemudian Kabupaten Sleman sempat diturunkan statusnya menjadi distrik di bawah wilayah Kabupaten Yogyakarta. Dan baru pada tanggal 8 April 1945, Sri Sultan Hamengkubuwono IX melakukan penataan kembali wilayah Kasultanan Yogyakarta melalui Jogjakarta Koorei angka 2 (dua). Penataan ini menempatkan Sleman pada status semula, sebagai wilayah Kabupaten dengan Kanjeng Raden T umenggung Pringgodiningrat sebagai bupati. Pada masa itu, wilayah Sleman membawahi 17 Kapenewon/Kecamatan (Son) yang terdiri dari 258 Kalurahan (Ku). Ibu kota kabupaten berada di wilayah utara, yang saat ini dikenal sebagai desa Triharjo. Melalui Maklumat Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 tahun 1948 tentang perubahan daerah-daerah Kelurahan, maka 258 Kelurahan di Kabupaten Sleman saling menggabungkan diri hingga menjadi 86 kelurahan/desa. Kelurahan/Desa tersebut membawahi 1.212 padukuhan.
[sunting] Pusaka dan Identitas Daerah

* Kyai Turunsih

Kabupaten Sleman memiliki tombak "Kyai Turunsih Tangguh Ngayogyakarto", pemberian dari Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Sabtu Kliwon 15 Mei 1999 (Tanggal Jawa, 29 Sapar 1932 Ehe). Penyerahan Pusaka tersebut kepada Bupati Sleman, dikawal 2 bergada prajurit Kraton Yogyakarta yakni Bregada Ketanggung berbendera Cakraswandana dan Bregada Mantrijero berbendera Purnamasidi. Pusaka itu dibawa seorang abdi Keraton Yogyakarta, KRT Pringgohadi Seputra.

Tombak Kyai Turunsih memiliki dhapur (pangkal) cekel beluluk Ngayogyakarta dan pamor beras wutah (wos wutah) wengkon. Pamor pusaka itu sesuai kondisi Sleman sebagai gudang berasnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Tombak tersebut memiliki panjang sepanjang kurang lebih 270 cm dan pangkal sepanjang 49 cm.

Menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, Tombak Kyai Turunsih mengisyaratkan laku ambeg paramarta, dijiwai olah rasa kasih sayang, yang mencakup wilayah se Kabupaten Sleman sebagaimana sebuah keluarga besar yang harmonis, mulat sarira sesuai hari jadinya 'Anggana Catur Sarira Tunggal yang terbaca tahun 1846 Jawa. Candra Sengkala tersebut mengemukakan sikap kearifan tradisional di empat penjuru yang manunggal pada jiwa kesatuan, yang menjadi unsur kasepuhannya.

* Salak Pondoh

Salak Pondoh (Sallaca edulis Reinw cv Pondoh) dalam kajian ilmiah termasuk divisi Spermatophyta (tumbuhan berbiji) dengan sub divisi Angiospermae (berbiji tertutup). Sedangkan klasifikasi kelasnya adalah Monocotyledoneae (biji berkeping satu), yang termasuk bangsa Arecales, suku Arecaceae Palmae (keluarga Palem) dan marga Salacca jenis Salacca edulis Reinw dengan anak jenis Salacca edulis Reinw cv Pondoh.

Tanaman ini dipilih menjadi flora identitas Kabupaten Sleman karena merupakan jenis tanaman Salak khas di wilayah Sleman dan telah menjadi kebanggaan masyarakat Sleman. Awalnya, Partodiredjo, seorang Jogoboyo desa pada Kapanewon Tempel, pada tahun 1917 menerima kenang-kenangan empat butir biji salak dari seorang warga negara Belanda yang akan kembali ke negerinya karena masa tugasnya telah berakhir. Biji Salak yang kemudian ditanam dan dibudidayakannya dengan baik ternyata menghasilkan buah yang manis dan tidak sepat, tidak seperti buah Salak yang selama itu dikenalnya. Pada tahun 1948-an tanaman Salak tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Muhadiwinarto (putra Partodiredjo) warga Sokobinangun, Merdikorejo, Tempel. Karena kelebihannya dalam hal rasa, tanaman salak tersebut cepat berkembang pesat penyebarannya.

* Burung Punglor

Burung Punglor (Zootheria Citrina) yang tergolong Vertebrata marga Zootheria, bangsa passeriformes, suku Turdidae, dan kelas Aves ini memiliki bulu yang indah. Habitat Punglor adalah hutan sekunder dataran rendah dan dataran yang memiliki ketinggian hingga 900 M di atas permukaan air laut.

Di wilayah Sleman, burung yang bersuara merdu ini berhabitat kebun Salak Pondoh. Dengan makanan utama cacing tanah dan kumbang (uret), Punglor merupakan predator bagi hama tanaman Salak Pondoh.